Tips Menjaga dan Merawat Printer Agar Tahan Lama Dan Optimal

Tips Menjaga Dan Merawat Printer - How To Maintenance Printer

Printer sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan kerja manusia. Dengan adanya perangkat ini dapat membantu mereka dalam mencetak dokumen atau foto yang berkaitan dengan pekerjaannya.
Termasuk juga usaha percetakan pasti membutuhkan printer dalam menyelesaikan orderan.

Namun, tidak semua orang paham dalam merawat printer dengan baik. Sebagian besar hanya tau memakai tetapi tidak paham bagaimana merawatnya karena berpikir untuk merawat dan memperbaiki printer bisa diserahkan kepada tukang service printer. Merawat printer seharusnya dapat dilakukan oleh pemilik atau pemakainya karena merawat printer relatif tidak sulit.

Tidak ada yang istimewa dalam tips perawatan printer. Namun jika hal ini kita lakukan dengan benar makan akan mempengaruhi kinerja dan usia pakai printer kita. Berikut tips menjaga dan merawat printer agar tahan lama dan optimal.

1. Gunakan printer secara teratur dan berkala
Jangan membiarkan printer menganggur dalam waktu yang cukup lama. Sehari atau dua hari sekali printer harus dipakai mencetak setidaknya 2-3 lembar dan pastikan hasil cetakannya sempurna. Usahakan agar cetakan berimbang dalam hal warna, yang artinya jangan warna hitam saja tetapi cetaklah tulisan atau gambar yang mengandung warna hitam, merah, kuning dan biru sehingga seluruh Head bekerja. Hal ini dilakukan untuk menjaga agar tinta pada print head tidak mengering atau menggumpal.

2. Jangan biarkan cartridge atau ink tank kosong dalam waktu yang cukup lama
Apabila catridge atau tinta tank sudah mulai kosong atau habis, segera isi secepatnya karena jika dibiarkan terlalu lama maka tinta di dalam dapat mengering dan dapat membuat tersumbat.

3. Jangan menyentuh pin CMOS atau catridge
Saat melakukan isi ulang khususnya saat melepas catridge, jangan menyentuh pin CMOS atau catridge yang ditandai dengan gambar telapak tangan yang di silang. Karena pin tersebut sangat sensitif dan mudah rusak akibat listrik statis yang berasal dari tubuh kita.

4. Gunakan merek tinta yang sama saat isi ulang
Apabila berbeda pastikan tinta di catridge benar-benar habis atau kosong. Hal ini dilakukan agar menghindari adanya reaksi penggumpalan tinta akibat merek tinta berbeda yang menyebabkan penyumbatan lubang tinta pada head.

5. Gunakan kertas yang bersih dan masih layak pakai
Saat mencetak, gunakanlah kertas yang bersih dan masih layak. Jangan gunakan kertas yang lusuh karena dapat menyebabkan macet atau berhenti saat mencetak akibat tersangkut di rol printer. Selain itu kertas yang berdebu bisa menyebabkan debu menempel ke head.

6. Bersihkan printer kotor dengan kuas atau lap dengan kain
Untuk bagian khusus seperti di dalam, gunakanlah kuas kecil supaya dan mencapai sela-sela yang sulit. Saat melakukan pembersihan pastikan printer sedang dalam keadaan mati atau off (kabel listrik dicabut).

7. Gunakan penutup printer agar terlindung dari debu
Anda dapat menutup rapat dengan kain sehingga masih ada pertukaran udara. Jangan menutup rapat dengan plastik karena dapat menyebabkan kerusakan printer dikarnakan udara lembab.

8. Apabila sering digunakan jangan sering mematikan printer
Kalau printer Anda sering digunakan seperti di perkantoran, jangan sering mematikan printer setiap ngeprint, biarkan printer tetap menyala. Hal ini agar menimalisirkan Over Hit Counter pada Limit Counter BIOS. Semua printer memiliki batasan dalam jumlah mencetak (sekitar 2000 kali). Setiap kita menyalakan printer maka counter akan bertambah atau dianggap mencetak satu kali. Hal tersebut akan mempercepat kita dalam melakukan reset counter pada bios printer.

9. Jangan sering mencetak gambar / tulisan yang dipertebal atau fill
Terutama mencetakan dengan kepadatan yang tinggi dikarenakan hal tersebut akan memperbereat kerja head yang otomotis akan memperpendek usia head.

10. Untuk printer yang memakai infus leteakan tangki tinta di posisi sejajar
Khusus printer yang memakai infus, letakkan tangki tinta infus sejajar atau sedikit lebih rendah dengan catridge. Hal ini dilakukan agar menjaga tinta tidak mengalir langsung ke catridge pada saat printer tidak digunakan.

11. Bersihkan atau cuci spons penghisap tinta yang ada di dalam printer
Setidaknya dalam setahun sekali saat kita merasa daya hisapnya melemah. Biasanya ditandai dengan tidak berjalannya proses cleaning head atau ada luberan tinta pada bagian dalam printer. Hal tersebut jika dibiarkan akan berbahaya bagi bagian elektronik atau mekanik printer.

Dan yang terakhir apabila Anda belum berpengalaman Anda bisa minta bantuan teknisi. Berikut tips dalam menjaga dan merawat printer. Hal ini dalam membantu mengoptimalkan kinerja printer dan memperpanjang usia printer.